Rujukan ayat-ayat Alkitab terkait praktik persembahan, persepuluhan, serta konsep-konsep yang sering digaungkan di gereja modern:
1. Persembahan Sulung (Firstfruits)
Konsep persembahan sulung berakar kuat pada Hukum Taurat di Perjanjian Lama, di mana bangsa Israel diwajibkan mempersembahkan hasil pertama dari tanah atau ternak kepada Tuhan.
Keluaran 23:19a: "Mula-mula dari hasil hulu tanahmu haruslah kaubawa ke dalam rumah TUHAN, Allahmu."
Keluaran 34:26: "Hasil pertama dari tanahmu haruslah kaubawa ke dalam rumah TUHAN, Allahmu."
Imamat 23:10: "Katakanlah kepada orang Israel dan tolong katakan kepada mereka: Apabila kamu masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu dan kamu menuai tuainya, maka kamu harus membawa seberkas gandum sebagai hasil permulaan tuaimu kepada imam."
Amsal 3:9: "Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil permulaan dari segala penghasilanmu."
2. Persepuluhan (Tithing)
Dalam Perjanjian Lama, persepuluhan diberikan untuk menyokong orang Lewi, bait suci, serta fakir miskin. Di Perjanjian Baru, konsep persepuluhan dalam bentuk hukum wajib tidak lagi diatur secara kaku, melainkan ditekankan pada kemurahan hati.
Kejadian 14:20: (Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya kepada Melkisedek).
Imamat 27:30: "Demikian juga segala persepuluhan dari tanah, baik dari hasil tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik TUHAN; itulah persembahan kudus bagi TUHAN."
Maleakhi 3:10: Ayat yang paling sering dipakai untuk membahas persepuluhan: "Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku..."
Matius 23:23: Yesus menegur orang Farisi karena mengabaikan keadilan dan belas kasihan, meski mereka membayar persepuluhan selasih, adas, dan jintan.
3. Janji Iman (Faith Promise) & Persembahan Kasih
Istilah "Janji Iman": Secara harfiah, frasa "janji iman" (seperti komitmen finansial rutin untuk misi atau pembangunan berdasarkan iman kepada penyediaan Tuhan) tidak ditemukan secara eksplisit sebagai istilah baku dalam Alkitab. Namun, konsep dasarnya sering disandarkan pada prinsip komitmen dan ketaatan memberi, seperti dalam 2 Korintus 8-9, di mana Paulus memuji jemaat Makedonia yang memberi melampaui kemampuan mereka karena kerelaan hati.
Persembahan Kasih: Istilah ini merujuk pada pemberian sukarela untuk membantu sesama saudara seiman yang membutuhkan atau mendukung pelayanan. Landasannya terdapat pada pola hidup jemaat mula-mula:
Kisah Para Rasul 2:44-45: "Dan semua orang yang telah percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing."
2 Korintus 9:7: "Hendaklah masing-masing memberikan menurut relah hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita."






