Saturday, August 1, 2020

Tumpeng

Tumpeng


Bicara tentang Tumpeng berarti kita membicarakan suatu hidangan yang ditata penuh filosofi. Terutama filosofi luhur masyarakat tanah jawa.

Kata tumpeng sendiri adalah singkatan dari kalimat bahasa jawa  “ yen metu kudu mempeng “ Yang dalam bahasa indonesia artinya “ kalau keluar ( lahir ) harus bersungguh sungguh. Filosofinya adalah apabila manusia  sudah keluar dari rahim atau di lahirkan, maka harus menjalani kehidupan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.

Bentuk kerucut dari Nasi tumpeng sendiri punya arti bahwa kehidupan manusia harus makin lama makin menanjak. Makin banyak belajar makin mengamalkan ilmu dan kebaikan. Makin tua makin bijak dan menjadi mulia. Selain itu karena keadaan pulaujawa secara geografis banyak gunung berapi dan tanah berbukit maka merupakan simbol dari gunung. Terutama Gunung Mahameru ( Semeru, Gunung Tertinggi di Pulau Jawa ) yang dipercaya adalah tempat bersemayam Sang Hyang, arwah mulia para leluhur yang di hormati.

Nasi atau beras yang menjadi bahan utama tumpeng adalah perlambang berkat, kemurahan dan kehidupan yang diberikan alam kepada umat manusia.

Tumpeng biasanya di dampingi 7 lauk. tujuh dalam bahasa jawa di ucapkan “pitu” yang di artikan sebagai singkatan dari “ pitulungan “.  dalam bahasa indonesia pitulungan berarti pertolongan. Disini maksudnya adalah pertolongan dari Tuhan. Dan karena itu manusia harus bersyukur karena selalu dalam perlindungan  dan pertolongan Tuhan.

Ayam jantan yang di masak Ingkung dan di beri areh adalah simbol dari manusia menahlukkan sifat sifat buruk. Ayam jantan digambarkan sebagai sifat sombong, angkuh, menang dan benar sendiri, , pongah, congkak ( berjalan mengangkat  kepala dengan kaki berjingkat }, suka mencela ( berkokok keras ) tidak setia pada istri dan tidak perhatian pada anak ( kawin mawin dengan banyak ayam betina, tidak ikut menjaga anak anak ayam ). Ayam di masak ingkung, mengambil kata ingkung dari kata manekung yg berarti mengalahkan sifat buruk dengan berdoa dengan khusuk. Bumbu  warna kuning dari kunir, diambil dari kata kuning menjadi wening  yang artinya keheningan hati terjaga kebersihan dan kesucian nya.  Dan di beri areh  ( kaldu santan kental ) areh di ambil kata “reh ‘ artinya “ngereh rasa”  yang artinya pengendalian dan penaklukan diri. Ayam jantan sendiri meweakili berkat  alam dari  hewan yang hidup darat.

Ikan adalah simbol berkat yang di dapat dari laut, air atau sungai. Yang di pakai adalah Ikan teri yang dimasak dengan kacang tanah dan potongan cabai . filosofi masakan ini adalah gambaran dari harmoni manusia yang bisa hidup harmonis dan berdampingan dengan alam dan bisa rukun dengan banyak orang. Selain  Ikan teri bisa juga di sajikan ikan pathek yang hidup dan berenang bergerombol di laut yg di artikan sebagai kehidupan sosial yang rukun bersama sama.

Selain ikan teri juga di sajikan ikan Lele. Biasa di masak dengan goreng atau di bakar. Filosofi ikan lele adalah ketabahan dan  bisa bertahan dalam situasi yang sulit.  Di ambil dari karakter ikan lele yang bisa hidup dalam air yang tidak memngalir, tidak jernih dan pada dasar sungai atau rawa. Tapi dewasa ini ikan lele di ganti dengan ikan seperti bandeng dan tongkol karena di anggap bentuknya tidak menarik.

Telur ayam atau bebek yang di rebus atau di masak pindang masih dengan kulit cangkangnya. Punya nilai pengajaranan tentang “ tata, titi, titis, tatas “ yang berarti bekerja yang tertata (terencana),  teliti, tepat dan dikerjakan dengan benar serta selesai dengan tuntas.

Adapun Untuk ragam macam sayuran yang di sajikan, yang merupakan simbol berkat yang tumbuh dari tanah, adalah sebagai berikut :

 Kangkung, bayam, taoge, kacang panjang, bawang merah, kluwih, bumbu urap, cabe.

Kangkung  mengambil kata Jinangkung  yang artinya mengayomi dan melindungi.

Bayam dalam bahasa jawa di sebut bayem, di ambil menjadi kata “ayem “ yang berarti ayem tentram.

Kecambah atau taoge adalah simbol kehidupan yang tumbuh dan berkembang.

Kacang panjang melambangkan pemikiran yang jauh ke depan atau mempersiapkan masa depan yang panjang

Bawang merah dalam bahasa jawa brambang di ambil katanya  dari “ tinimbang” yang artinya pertimbangan. Arti filosofinya adalah bertidak dengan mempertimbangkan segala sesuatu bai buruknya.

Cabai merah yang di letakkan di puncak kerucut nasi tumpeng adalah simbol dari lidah api. Filosofinya adalah hidup manusia harus  menyala terang, menerangi dan menjadi teladan kebaikan bagi banyak orang.

Kluwih sejenis buah seperti sukun. Dari kluwih di ambil kata Luwih yang dalan bahasa indonesia artinya lebih. Hidup yang lebih dari orang lain. Lebih bijaksana, lebih berpengetahuan, lebih dalam murah hati.

Urap adalah sayur yang di olah dengan kelapa parut berbumbu. Dari urap di ambil kata urip yang dalam bahasa indonesia berarti hidup. Yang secara filosofis maksanya adalah hidup yang mampu menafkai dan mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Dan untuk mewakili berkat yang di dapat dari dalam tanah, atau biasa di sebut dalam bahasa jawa Bolo Pendem adalah ubi ubian seperti : ketela, singkong, ubi, talas, kacang tanah atau kentang yang di masak dengan di rebus atau di potong kemudian di goreng. Makna dari penyajian Bolo pendem ini adalah andhap asor, rendah hati. Hidup yang sederhana , bersahaja dan tidak berlebihan tetapi memberi manfaat sehingga “aji”, “Kajen” di hargai  atau bermartabat.

 

Tentang bagaimana  kita menikmati hidangan tumpeng. Sebetulnya menurut cara  tradisional adalah kesalahan besar apabila kita memotong pucuk atas tumpeng. Karena ujung Tumpeng adalah penggambaran Tuhan yang maha Esa dan makin ke bawah makin landai melebar artinya adalah umat manusia. Memotong tumpeng di pucuknya di anggap memotong  putus hubungan antara umat manusia dengan Sang pencipta dan juga Hubungan dengan para Leluhur. Seharusnya cara menikmati tumpeng di mulai dengan mengambil nasi dari sisi bawah  yang landai secara melingkar bersama sama.  Lalu puncak tumpeng akhirnya akan turun dan menjadi satu bagian dengan dasarnya yang berarti manunggaling Kawula Gusti.  Kesatuan manusia dengan Tuhan dan kepada sang Pencipta pada akhirnya semua umat manusia dan mahluk kembali.

Demikian rangkuman filosofi tentang nasi tumpeng. Sungguh luar biasa kaya makna  bukan teman teman?

Novi Christinawaty

#foodillustration #foodsillustration #foodsdrawing #fooddoodle #doodle #doodles #foodillust #fooddrawing #drawingfood #food #foods #streetfood #jajanpasar #Foodsillust #drawing #illustration #illustrations #illustrator #arts #art #illust #sketches #pencildrawing #sketch #watercolor #indonesianfood


No comments:

Post a Comment

Puber kedua pada pria dan perselingkuhan

Denger deddy issue ini jadi paham bahwa pria di usia sekitar 40 tahun masuk puber kedua. Sedang wanita di usia 40 tahun insting dan kondisi ...